Sedekah Kampung Terentang
Wisata Budaya | Kab. Bangka Barat
Terentang adalah sebuah desa yang terkenal dengan pengrajin rotan dan dari tangan terampil masyarakatnya suatu karya yang bernilai ekonomis dan menjadi sumber kehidupan adalah Keranjang Gandeng (ragak motor) khas daerah Terentang. Produk rakyat yang berasal dari Bangka Beret sejak turun temurun di teknik sulam anyaman dari daun mengkuang dan pandan berduri adalah berupa tikar, tas, topi dll.
Desa Terentang terletak antara jalan raya Pangkalpinang-Muntok berjarak 50 Km dari ibukota Kabupaten Bangka Barat. Asal mulanya desa Terentang dimana ketika itu suku Ketapik Kacung membuka hutan baru untuk berladang, karena ditempat tersebut banyak terdapat kayu yang bernama Terentang maka daerah itu disebut Terentang, kemudian tempat tersebut cukup subur untuk bercocok tanam maka berkembanglah sebuah desa yang dinamakan desa terentang.
Budaya dan Bahasa
Kebudayaan dan bahasa Terentang tidak banyak berbeda dengan suku Ketapik Kacung Dendang, hanya ada sedikit campuran kebudayaan suku Jering karena daerahnya berdampingan dengan wilayah suku Jering Ibul.
Upacara Adat Sedekah Kampung Terentang
Upacara adat ini dilaksanakan setiap tahun sebagaimana upacara adat suku Ketapik Kacung dan Dendang pada bulan Dzulhijah sehabis hari Raya Haji.
Acara bertemakan Syi'ar agama islam ini dilaksanakan pada siang hari.
Susunan acara sebagai berikut :
- Penyambutan Tamu Kehormatan
- Arak-arakan peserta hataman masal
- Acara puncak hataman masal di masjid
- Acara nganggung/makan bersama sepintu sedulang
- Acara hiburan malam
1. Penambutan Tamu Kehormatan
Tamu kehormatan disambut dengan tarian musik gendang rebana dibawa ketempat yang ditentukan panitia.
Didalam masjid tamu kehormatan menghadap bunga telur merah berjumlah 40 butir, bertih padi huma, beras kunyit, nasi ketan kuning beserta inti kelapa dan ayam panggang.
Makna yang tersirat dalam juadah pada sedekah kampong Terentang Kelapa Bangka Barat :
- Telur rebus berwarna merah = Keceriaan dan berani menegakkan yang hak.
- Telur yang berjumlah 40 butir = Mendekatkan/mendatangkan 40 kebaikan, menjauhkan/menghindari 40 keburukan.
- Bertih (padi huma di ginseng) - Bertih berwarna putih menggambarkan kesucian hati masyarakat.
- Beras kunyit = Ungkapan selamat dari marabahaya
- Nasi ketan dan ayam panggang = Kemakmuran hasil panel.
- 1733 reads
