Teritip

Bahasa Indonesia/ English

 
Teritip merupakan hewan crustacea yang hidup menempel di bebatuan yang terhampar di sepanjang pantai Pulau Bangka dan Belitung. Pada saat air surut, biasanya banyak warga yang memanen teritip tersebut dengan cara mengetuk pelan cangkangnya hingga terbuka dan mengambil isinya. Teritip berwarna putih dengan bentuk agak bulat berukuran sebesar kerikil dan mengandung banyak air.
 
Setelah diambil dari cangkangnya, teritip harus dipilih kembali dari serpihan – serpihan cangkang yang mungkin tertinggal, kemudian dicuci dan diolah sebelum dijual ke konsumen atau untuk dikonsumsi sendiri. Mencuci teritip tidak boleh menggunakan air panas, karena mengandung banyak air dan jika terkena air panas, hewan ini akan berkerut dan mengecil
 
Teritip yang dijual di Bangka Belitung biasanya sudah diolah menjadi pekasem yang diisi ke dalam botol untuk membuatnya lebih awet dan tahan lama. Masyarakat biasanya mengkonsumsi teritip ini sebagai cocolan lalapan dengan bahan tambahan cabe kecil segar, bawang merah dan jeruk asam. Pekasem lebih dominan berasa asam sehingga terkadang tidak perlu dicampur dengan jeruk lagi, namun teritip yang masih mentah rasanya hambar, sehingga perlu ditambahkan dengan garam agar menjadi gurih dan jeruk asam untuk memberikan cita rasa kombinasi.
 
Jika ingin mengkonsumsi teritip yang belum masak menjadi pekasem, wisatawan dapat memilih teritip yang baru saja diasinkan, kemudian langsung disimpan di dalam kulkas, sehingga teritip tidak akan menjadi pekasem, namun rasanya tetap gurih. Teritip yang sudah menjadi pekasem biasanya mengeluarkan air lebih banyak dan daging teritipnya mengambang di atas air tersebut. Sebelum dikonsumsi, pekasem tersebut harus dikocok sehingga daging teritip menyatu kembali dengan airnya.
 
Bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner ini, dapat membelinya di pasar tradisional Kampung Ujung di kawasan Air Itam Pangkalpinang, teritip yang sudah dibuat menjadi pekasem dapat bertahan seminggu pada suhu ruang dan sekitar 2 bulan jika disimpan di dalam lemari es, sehingga dapat dibawa juga sebagai oleh – oleh khas Bangka Belitung.
 
Mencari Teritip di Pantai Batu Perahu, Toboali (Photo: Rusni B)
 
Wisatawan juga dapat mencoba memanen teritip tersebut dipinggir – pinggir pantai yang banyak terdapat bebatuan, Meskipun demikian, diperlukan keahlian untuk menentukan mana teritip yang masih berisi dan mana yang hanya tinggal cangkangnya saja. Cangkang teritip di bebatuan membuat batu seakan menjadi 2 warna, sehingga menambah ciri khas tersendiri dari pantai yang bebatuannya dipenuhi oleh teritip ini.
 
Seperti juga makanan laut lainnya, teritip dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah, sehingga untuk penderita penyakit ini, disarankan untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan tersebut.

Teritip (Barnacle) is crustacean that lives attached to the rocks that lie along the cost of Bangka Belitung. At low tide, locals usually harvest the Teritip by tapping the shells gently to open it and take out the contents. Teritip has white color with slightly rounded shape with the size of gravel and they are quite watery.
 
After taken out of their shells, Teritip must be separated from the shell debris that may be left, and then they are washed and processed before being sold or kept. When washing Teritip, it is not allowed to use hot water as they will be crimped and shrunk when exposed to hot water.
 
Teritip sold in Bangka Beliting is usually processed into bottled Pekasem to make it more durable. People usually have Teritip as condiment, mixing it with fresh chili pepper, red onions and sour limes. The taste of Pekasem is sour so that it is not necessary to add limes. The taste of Teritip is rather bland that we need to add little salt and the juice of sour lime to enrich the flavor.
 
When consuming Teritip, visitors can try teritip that just being pickled, and then kept it in the refrigerator, so that the taste of the teritip still savory and will not become Pekasem. Teritip that have become Pekasem will expend more juice and the flesh of teritip floating on the juice. To eat Pekasem, it should be shaken to make the Teritip flesh reunite with the juice.   
 
Visitors who want to try this culinary can buy it in traditional market in Kampung Ujung in Air Itam, Pangkalpinang. Teritip that has become Pekasem can last until a week at room temperature and around 2 months if it kept in refrigerator.
 
Visitors can try to harvest Teritip at the sea sides having lots of rocks. Nevertheless, it needs necessary expertise to determine which shells that is still with barnacles or not. The shells of Teritip on the rocks makes the rock seemed to have two colors, thus adding the distinctive character of the beach having barnacles.  
Like most seafood, Teritip can increase the level of cholesterol in the blood. Therefore, those who have potential disease are advised   not to go overboard in having this food.
 

Naskah: Erry Dono/ Risnawati
Translator: Yuliarsyah/ Rusni.

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary