Tepung Gumak

 
Tepung Gumak atau kadang dilafalkan Tepung Gomak, adalah salah satu kue khas masyarakat kota Muntok dan salah satu jajanan pasar yang paling digemari. Di Pulau Bangka, kue ini hanya dikenal oleh masyarakat di Kota Muntok saja. Meski demikian, Tepung Gomak juga dapat di jumpai di wilayah Riau dan Malaysia. Hal ini kemungkinan dikarenakan Riau, Malaysia, dan Muntok memiliki keterikatan sejarah dan latar belakang budaya yang sama sehingga terdapat persamaan dalam hal kuliner.
 
Pada tahun 1734, Mas Ayu Ratu Zamnah dari Siantan yang dipersunting oleh Sultan Mahmud Badaruddin I memilih untuk tinggal di Muntok dan membawa serta keluarganya dari Siantan untuk ikut tinggal di Muntok, setelah Sultan Mahmud Badaruddin I menduduki tahta kesultanan Palembang. Pada waktu itu pula dibangun sebuah pemukiman eksklusif bagi orang-orang Siantan yang sekarang dikenal dengan perkampungan Tanjung dan Kute Seribu. Pada masa itu Siantan termasuk dalam wilayah kekuasaan Kesultanan Johor-Malaysia, namun sekarang sesuai dengan Traktat London, Siantan merupakan bagian dari gugus Kepulauan Anambas pada Provinsi Riau.
 
Bagi masyarakat Kampung Tanjung kue ini merupakan kue lama, meski tidak ada yang benar-benar dapat memastikan awal mula kue ini dibuat dan dikonsumsi oleh masyarakat di Muntok. Pada saat ini tidak banyak lagi pembuat Tepung Gumak yang mempraktekan cara lama dalam mengolahnya. Salah seorang informan yang dikenal sebagai pembuat Tepung Gumak yang “asli” menceritakan bahwa dirinya tidak lagi membuat kue Tepung Gumak semenjak suaminya meninggal. Tidak ada yang membantunya menggiling kacang hijau dan beras ketan dengan Batu Iser atau mencari kayu bakar untuk memasak.
 
Tepung Gumak merupakan kue yang mirip dengan kue Moci, bedanya kue ini memiliki isian berupa inti kelapa dan bagian luar kue dilapisi dengan tepung kacang hijau. Tepung kacang hijau dibuat dengan cara merendamnya dalam air hingga kulit arinya mengelupas. Setelah itu tiriskan kacang hijau dan sangrai di api kecil hingga kering lalu giling hingga halus. Sementara itu, buat adonan Tepung Gumak dengan mencampur tepung ketan dan garam sambil diaduk dengan air hingga tidak lengket ditangan. Ambil adonan dan isi dengan inti kelapa yang telah dimasak lalu bentuk bulat pipih. Agar adonan tidak lengket ditangan dan bulatannya halus, biasanya terlebih dahulu telapak tangan diolesi dengan lilin madu. Setelah itu, rebus adonan hingga matang dan gulingkan dalam tepung kacang hijau dan sajikan. Untuk mencicipi kue ini, dapat berkunjung ke kios-kios kue yang ada disekitar Kampung Tanjung, Muntok. Kue ini tersedia setiap hari sebagai jajanan pasar dari pagi hingga sore hari.

Penulis: Hera Riastiana
Editor: Rusni Budiati
Photo: Hera Riastiana

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Culture and Arts, Kabupaten Bangka Barat
Culture and Arts, Kabupaten Bangka Barat
Culture and Arts, Kabupaten Bangka Barat
Culture and Arts, Kabupaten Bangka Barat
Bangka Belitung, Culture and Arts, Heritage, Kabupaten Bangka Barat