Tarsius

Bahasa Indonesia/ English

Di Bangka Belitung terdapat spesies hewan terrestrial yang sudah termasuk dalam kategori hewan yang hampir punah yaitu Tarsius (Tarsiidae) yang belakangan dikategorikan sebagai hewan dalam genus Chephalopacus dengan sub spesies Chephalopacus Bancanus Bancanus dan Chephalopacus Bancanus Saltatore. Di Pulau Bangka, Tarsius disebut orang local dengan nama "Mentilin" (Chephalopacus Bancanus Bancanus) sementara itu, di Pulau Belitung Tarsius disebut orang local dengan nama "Pelile’an" (Chephalopacus Bancanus Saltatore).

Tarsius merupakan salah satu primate terkecil dengan berat kurang dari 150 gram. Sering disebut sebagai monyet terkecil di dunia. Chephalopacus Bancanus memiliki sepasang mata yang besar dan ekor yang panjang melebihi panjang tubuhnya. Ekor tersebut berfungsi sebagai penyeimbang. Sebagai hewan karnivora, tarsius memakan serangga. Warna bulunya coklat kemerahan hingga abu-abu kecoklatan. 

Tarsius adalah hewan nocturnal. Binatang ini biasanya dapat ditemui di kawasan-kawasan hutan pada malam hari. Di Pulau Bangka, salah satu kawasan yang sering dijadikan tempat observasi tarsius adalah di Hutan Pelawan di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Tarsius di Pulau Belitung disebut dengan Pelile’an, dengan sub spesies Chephalopacus Bancanus Saltatore. Sub spesies ini hanya terdapat di Pulau Belitung dan populasinya kurang dari 1.000 ekor sekarang. Pelile’an hampir terlihat tidak memiliki bulu. Jari-jarinya seperti jejari manusia, dan kakinya yang panjang bekerja dengan unik ketika meloncat. Ia dapat memutar kepalanya 180 derajat. Hewan ini menandai wilayahnya dengan urin dan tidak memiliki suara. Hewan ini berkomunikasi dengan gelombang ultrasonic. Hewan ini juga bersifat solitary (penyendiri). Pelile’an juga hewan yang setia dengan pasangannya. Begitu ia menemukan pasangannya, maka ia akan tinggal bersama pasangannya itu seumur hidup.

Di Kawasan Batu Mentas, Kabupaten Belitung terdapat kawasan penangkaran Pelile’an. Di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Belitung Timur di Kota Manggar, juga dipelihara beberapa ekor tarsius. Wisatawan yang tidak dapat melakukan observasi pelilean pada malam hari dapat melihat pelilean tersebut di Kantor Disbudpar Belitung Timur.


TARSIER

Horsfield’s Tarsiers, endangered terrestrial animal species, are found in Bangka Belitung area. The tarsiers (tarsiidae) living here are in sub-species of Chephalopacus Bancanus Bancanus and Chephalopacus Bancanus Saltatore. In Bangka Island, the endemic sub-species of tarsier is Chephalopacus Bancanus Bancanus, which is called “Mentilin” by the local people. Chephalopacus Bancanus Saltatore is only found in Belitung Island and the local people call the tarsier by “Pelile’an”.

Tarsier is one of the smallest primates in the world. It weighs less than 150 grams, and it is often referred as “the smallest monkey in the world”. Horsfield’s Tarsier has a pair of big eyes and a long tail that exceeds the length of its body. The tail functions as balancer. As carnivores, tarsiers eat insects. Tarsiers are nocturnal animals. Their hair is reddish-brown to gray-brown. These animals can usually be found in the forest area at night. In Bangka Island, one of the areas that is often used as Tarsier observation area is in Pelawan Forest of Namang Village in Central Bangka Regency (Bangka Tengah)

Tarsier in Belitung Island is called Pelile’an. It is said that there are only less than one thousand Chephalopacus Bancanus Saltatore now. Pelile’an almost looks like it does not have hair. Pelile’an has fingers like man’s finger and  long legs that work uniquely when jumping. Pelile’an can rotate its head 180 degrees. They usually mark their territory with their urine. They do not have voice and communicate with ultrasonic wave. These animals are also solitary animals. They are also very faithful to their partner. Once it found a partner, it will stay with its partner for life.

In Batu Mentas, Badau area in Belitung, there is Tarsier sanctuary. Many people come to this area to observe Tarsier. In the office of Culture and Tourism of East Belitung in Manggar, there are also few Tarsiers. Travelers who are not able to make Tarsier observation at night can see the animal in the mini zoo of the office.


Bahasa: RB
English: RB

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Nature, Special Interest
Bangka Belitung, Nature, Special Interest
Bangka Belitung, Nature, Culinary, Special Interest
Bangka Belitung, Special Interest