Situs Batu Itam

Bahasa Indonesia/ English
 
Batu Itam merupakan sebuah kelurahan di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Di perairan Batu Itam ini, pada tahun 1998, penyelam teripang tradisional Belitung menemukan harta karun berupa mangkuk –mangkuk serta guci antic sekitar 3 kilometer dari pantai Belitung. Penemuan ini kemudian menjadi awal ditemukannya 60.000 keping Barang-barang muatan kapal tenggelam (BMKT) yang sangat berharga dalam dunia Arkeologi bawah laut dunia.
 
Temuan tersebut kemudian diteliti umurnya lebih lanjut dengan metode karbon, dan hasilnya menunjukkan bahwa usia BMKT tersebut sekitar 1.200 tahun. Diperkirakan kapal tersebut tenggelam karena menabrak karang yang memang banyak terdapat di perairan tersebut.Temuan ini kemudian di ekskavasi oleh perusahaan Jerman.
 
Barang-barang Muatan kapal tenggelam  yang ditemukan di Batu Itam tersebut sekarang di dunia terkenal dengan sebutan Belitung Shipwreck atau Tang Shipwreck atau Batu Itam Shipwreck. Belitung Shipwreck merupakan harta karun yang ditemukan di dasar laut Pulau Belitung yang dibawa oleh kapal kargo dengan muatan keramik dari Changsha, Provinsi Hunan, China di tahun 838 M dan barang berharga lainnya seperti perak, damar, lada dan wadah-wadah emas.
 
Selain muatan berharga yang dibawa, yang menarik adalah bahwa kapal tersebut ternyata merupakan kapal Arab (Dhaw). Penemuan kapal ini juga yang menjadi inspirasi dibuatnya “Jewel of Muscat”, kapal persembahan Sultan Oman untuk Singapura yang dianggap berperan penting dalam penemuan tersebut. Kargo Belitungwreck saat ini tersimpan di the Maritime Experential , Singapore.
 
Meskipun temuan tersebut awalnya dimulai oleh penyelam tradisional Belitung, dan tempat ditemukannya adalah di perairan Belitung, masyarakat dan pemerintah Belitung hanya menjadi penonton dan  sama sekali tidak mendapatkan bagi hasil dari penjualan barang-barang tersebut.  Menjadi ironis karena justru Negara lain yang mendapatkan keuntungan dari ekskavasi Situs Batu Itam. Sampai saat ini, penjualan artifak-artifak Situs Batu Itam masih menjadi kontroversi internasional.
 
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BP3 Jambi dan Balai Arkeologi Palembang di tahun 2010, tempat ditemukannya Belitung Shipwreck ini sekarang rusak parah. Sisa-sisa kapal telah hancur dan hanya tersisa lubang berbentuk lekukan kapal.
 
Batu Itam is a sub-district in Belitung regency. In 1998, a traditional sea cucumber diver found treasures of antic bowls and jars around three kilometers from the beach. This is the beginning of the finding of sixty thousand pieces of priceless ship wreck treasure in the world of under-water archeology.
 
This finding was then examined using carbon dating test and it turned out that the treasure was from around 1.200 years ago. The ship onto which the treasure was loaded was possibly sunken after hitting rocks scattered around the waters. The artefacts were excavated by a German company.
 
The archaeological finding is internationally known as Belitung Shipwreck, Tang Shipwreck or Batu Itam Shipwreck. The ship sailed from Changsha, Hunan Province, China in 838 AD was loaded with ceramics and other valuable things like silver, dammar, pepper, and golden kinds of bowls.
 
The interesting part, besides its valuable things, is that the ship was an Arab dhow. The finding of it has inspired the making of Jewel Muscat – a ship dedicated by Sultan of Oman to Singapore considered the country have had important role in the finding. The treasure is now kept in the Maritime Experiential, Singapore.
 
Instead of having a share from the selling of the treasures because it was found in Belitung, the local people and regional government can only become spectators. It’s so ironic that another country has taken the advantage of the ancient artifacts. The selling of the artefacts is still an international controversy to this present. 
 
Based on the research conducted by Jambi Conservation of Archaeological Relics Center (BP3) and Palembang Archaeological Service in 2010, the site was badly disturbed. The remains of the ship had been damaged, only leaving a curve of seabed in the form of a ship.
 
Referensi:

Naskah: Rusni
Translator: SAS
English Ed: RB

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Kabupaten Belitung, Heritage
Kabupaten Belitung, Heritage