Sambal Asem

Sambal Asem dan Hidangan Hari Raya (Photo: Jalurrempah)
 
Masyarakat Pulau Bangka  pada umumnya menyukai masakan pedas. Dalam masakan sehari-hari mereka mengenal istilah bumbu tiga yaitu bumbu yang digunakan dalam memasak yang terdiri dari cabe, garam dan belacan (terasi).  Hampir semua masakan mengandung bumbu tiga, dari sayur berkuah yang disebut lempah hingga masakan kering yang disebut sambal, yang keduanya merupakan menu khas sehari-sehari.  Citarasa pedas dipercaya sebagai penambah rasa nikmat dan pembangkit selera makan.
 
Oleh karena sudah terbiasa mengkonsumsi lempah dan sambal, masyarakat Pulau Bangka selain kreatif menciptakan masakan lempah, juga pandai  menciptakan sambal.  Berbagai macam kuliner jenis sambal ada di  pulau ini, baik yang berasal dari hasil laut ( terasi, rusip, calok), sayur (terung, timun), maupun buah (nanas, kemang/binjai, jeruk asam/jeruk kunci). Tak heran jika sambal dijadikan pelengkap makanan dalam setiap hidangan.
 
Salah satu sambal khas masyarakat Pulau Bangka adalah Sambal Asem yang bahan utamanya berupa cabe merah, bawang Bombay, bawang merah, lengkuas, terasi dan asam Jawa. Ada juga yang menambahkan santan kelapa, udang kering atau ati dan ampela ayam sebagai penambah rasa. Citarasanya adalah pedas, asin, manis, dan asam yang menyegarkan didominasi oleh asam jawa yang menjadi ciri khas.
 
 
Bila pada umumnya sambal selalu disandingkan dengan lalapan, sambal asam cocok bila sajikan dengan ketupat, lontong atau lepat dan makanan berkuah seperti soto. Rasa ketupat yang hambar dan mengenyangkan, serta hidangan yang serba berlemak menjadikan sambal ini sebagai penawar rasa karena rasa asamnya. Cara menikmatinya bisa dicocolkan dengan ketupat atau kuah soto.
 
Walaupun sudah populer mengkonsumsinya, tapi uniknya sambal ini tidak ditemukan di warung atau rumah makan sehingga agak sulit bagi wisatawan yang penasaran ingin segera mencicipinya, karena memang pada dasarnya sambal ini hanya dibuat dan dikonsumsi oleh rumah tangga saja. Namun jika tertarik mencicipi sambal ini, silakan datang saat momen lebaran ataupun saat perayaan-perayaan keagamaan seperti Maulid Nabi, 1 Muharram, Sedekah Ruah, Perang Ketupat ataupun tradisi khas masyarakat Pulau Bangka yaitu Nganggung, yang rutin diperingati oleh masyarakat di beberapa kampung di Pulau Bangka. Pada acara-acara itulah dihidangkan ketupat, lontong dan lepat yang merupakan hidangan khas lebaran bagi masyarakat Pulau Bangka, beserta sambal asam sebagai cocolannya. Bagi masyarakat Bangka tanpa sambal ini hidangan lebaran menjadi tidak lengkap.

Oleh : Wiji Wijayanti
Editor: Yuliarsih
Photo: Wiji Wijayanti, Jalurrempah pada: https://twitter.com/jalurrempah/status/656824133125173249

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary