Pusat dan Daerah Duduk Bersama Bahas Pengembangan Destinasi Pariwisata di Bangka Belitung

Sungailiat, Bangka – Pengembangan pariwisata Bangka Belitung terus digiatkan melalui berbagai upaya. Pusat dan daerah duduk bersama untuk membahas pengembangan destinasi pariwisata yang ada di Bangka Belitung.

Salah satu upaya terkait melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Dalam Rangka Workshop Fasilitasi Pengembangan Destinasi Wilayah Barat IV di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang bertujuan untuk mengkoordinasikan progress pengembangan destinasi wisata di Bangka Belitung.

Rakor diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar), difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Bidang Destinasi Pariwisata, di Hotel Parai, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (4/10/2018).

Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I, Kemenpar RI, Lokot Ahmad Enda menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata di Indonesia mengacu pada Undang-Undang terkait.

“Dalam pengembangan pariwisata, kita selalu mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025. Itu sudah menjadi kitab sucinya kita, orang-orang yang bergerak di industri pariwisata,” kata Lokot dalam sambutannya.

Lokot juga memberikan ide untuk membentuk travel pattern terintegrasi untuk Bangka Belitung.

“Saya ingin menyampaikan sebuah ide, jadi Bangka Belitung itu dibuat seperti “Bangka Raya” dan juga “Belitung Raya”, misalnya. Dalam “Bangka” atau “Belitung Raya” ini sudah dipetakan beragam daya tarik yang dibuat dalam bentuk paket wisata,” katanya.

Hal ini, lanjut Lokot, dimaksud untuk memudahkan wisatawan dan membuat keseimbangan antara Bangka dan Belitung.

“Pemetaan ini dilakukan juga ditujukan agar wisatawan tidak bingung pada saat berkunjung ke Bangka Belitung. Jadi tinggal satu travel pattern, wisatawan bisa tahu berbagai daya tarik dan fasilitas yang ditawarkan. Dan utamanya untuk menciptakan keseimbangan antara Bangka dan Belitung,” lanjutnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Babel, Rivai mengatakan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang memberikan kontribusi besar.

“Sektor pariwisata adalah salah satu sektor unggulan nasional yang mempunyai kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia saat ini. Tentunya demikian juga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sektor ini menjadi sangat diharapkan menjadi penopang perekonomian,” kata Rivai.

Oleh karena itu, lanjut Rivai, setiap elemen kepariwisataan harus bersatu membangun pariwisata.

“Demi kepentingan bersama, kita harus bersatu membangun pariwisata menuju destinasi pariwisata dunia. Sebagaimana yang termuat dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” lanjutnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Dadang Rizki Ratman yang hadir pada penutupan rakor mengatakan bahwa tujuan akhir dari pengembangan pariwisata adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Hal utama yang harus kita perhatikan dan pahami adalah tujuan akhirnya, harus mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” kata Dadang.

Sejumlah materi yang disampaikan dalam rakor berkisar tentang Arahan Kebijakan Pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional, Pengembangan Destinasi Pariwisata Bangka Belitung, Progres Perkembangan Pariwisata Bangka Belitung, dan Arah Kebijakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pariwisata 2019.

Sesi terakhir rakor akan diisi dengan diskusi Top 3 Program dalam rangka pengembangan 3A tahun 2019 masing-masing kabupaten/kota.

40 peserta yang mengikuti rakor berasal dari sejumlah instansi pemerintah terkait, asosiasi, dan juga stakeholder.

Penulis       : Ernawati Arif (Pranata Humas Disbudpar Babel)

Foto        : Rafiq Elzan