Pumpuk: Solusi Pangan Beragam

 
Bahasa Indonesia/ English
 
Anjuran mengurangi nasi dan menggantikannya dengan pangan lain non beras semakin sering kita dengar, baik untuk alasan kesehatan, maupun kampanye kebijakan ketahanan pangan. Banyak jenis pangan pengganti beras yang kemudian digiatkan konsumsinya, salah satunya adalah singkong atau ubi kayu. Mengganti nasi dengan singkong mungkin bukanlah perkara mudah bagi kebanyakan orang, namun apabila diolah dengan lebih bervariasi, lebih enak, dan sama mengenyangkannya, kenapa tidak ? atau setidaknya bisa menjadi alternatif variasi pengganti pada hari dan waktu makan tertentu. Kalau mau, mungkin ini saatnya mencoba PUMPUK, makanan olahan singkong khas Belitong yang tidak kalah enaknya bila dimakan dengan lauk-pauk sebagaimana halnya nasi.
 
PUMPUK berbahan baku tepung rap atau umumnya kita kenal sebagai tepung tapioka. Hanya saja untuk menghasilkan tekstur yang lebih baik, masyarakat Belitong biasanya lebih memilih membuat Pumpuk dari tepung tapioka hasil proses tradisional yang dikerjakan oleh industri rumah tangga. Prosesnya dimulai dari menguliti singkong lalu mencucinya sampai bersih. Singkong yang sudah bersih lalu dipotong-potong kecil dan direndam dengan air bersih hingga beberapa hari. Dahulu, biasanya penduduk desa malah merendamnya di kali-kali kecil bersih setelah dimasukkan ke dalam karung dari anyaman daun lais (sejenis daun pandan, tetapi lebih lebar, keras, dan pinggirannya berduri). Selanjutnya, menjemur singkong hasil rendaman sampai kering, lalu ditumbuk secara tradisional menggunakan lesung dan diayak hingga menghasilkan tepung rap. Pengerjaan secara tradisional membuatnya bertekstur agak sedikit kasar  daripada tepung tapioka yang dihasilkan oleh mesin.
 
Pumpuk basah/ Wet Pumpuk
 
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Pumpuk sangat sederhana, hanya dengan tepung rap, parutan kelapa setengah tua, dan air garam secukupnya. Proporsi parutan kelapa biasanya adalah setengah bagian dari tepung. Cara membuatnya sangat sederhana hanya dengan mencampurkan tepung dan parutan kelapa, lalu perciki air garam sambil diaduk-aduk dengan tangan hingga adonan agak sedikit berbulir. Namun pada tahap inilah tantangannya, dibutuhkan  kesabaran, cinta dan cita rasa tepat dalam teknik memasaknya, karena adonan Pumpuk tidak boleh terlalu kering, juga tidak boleh terlalu basah. Jika terlalu kering maka ketika akan dimasak adonan tidak akan menyatu dengan baik, dan bila terlalu basah maka akan menjadi lembek   berasa mentah di dalam walau sudah dimasak.