Pulau Lampu

Pulau Lampu from afar (Edo Martyno, 2015)
 
Bahasa Indonesia/ English
 
Terletak tepat di depan berseberangan dengan Pantai Penyusuk, atau sekitar 15 menit perjalanan menggunakan kapal sewa yang biasanya tertambat di Pantai Penyusuk. Pantai Penyusuk sendiri terletak di Desa Penyusuk, Kelurahan Bukit Ketok dan berjarak ± 25 km dari pusat kota Belinyu ke arah utara Pulau Bangka. Perjalanan menuju lokasi pantai ini ± 15 menit menelusuri jalan beraspal hingga ke pantainya. Perjalanan dapat dilakukan menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan, karena hingga saat ini belum ada angkutan umum menuju lokasi pantai tersebut.
 
Pulau Lampu merupakan sebuah pulau kecil, terletak bersebelahan dengan Pulau Putri. Dinamakan seperti itu karena terdapat mercusuar untuk memandu kapal yang melewati perairan Penyusuk di malam hari yang dijaga oleh petugas dari Kementerian Perhubungan Unit Palembang. Di pulau ini juga terdapat bangunan tua peninggalan Kolonial Belanda serta makam tua yang merupakan makam penjaga pertama pulau.
 
Tak kalah menariknya dengan Pulau Putri, di pulau ini wisatawan juga dapat menyaksikan keindahan terumbu karang disekitar pulau dengan ikan – ikan karangnya yang berwarna warni, pemandangan ini dapat disaksikan dengan hanya berenang saja atau snorkeling dan diving. Fasilitas penyewaan alat snorkeling dan diving belum ada di pulau ini, sehingga bagi peminat wisata alam bawah laut, harus menyediakan sendiri peralatan tersebut sebelum menuju ke Pulau Lampu.
 
Biaya perjalanan menyewa perahu ke Pulau Lampu sebesar ± Rp. 30.000,- perorang menggunakan perahu nelayan yang ditambatkan di bibir Pantai Penyusuk. Aktifitas menuju Pulau Lampu ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun hanya beberapa wisatawan yang benar benar berminat menyeberang ke pulau tersebut yang biasanya dilakukan secara berkelompok dengan menyewa satu buah perahu selama seharian.
 
Dulu, tidak banyak yang mengetahui akses penyewaan perahu tersebut, sehingga wisatawan yang datang hanya sampai di Pantai penyusuk saja dan cukup puas menikmati keindahan Pulau Lampu dari kejauhan. Aktifitas yang paling banyak dilakukan di Pulau Lampu adalah snorkeling dan diving yang biasanya dilakukan para diver di komunitas menyelam. Namun sekarang sudah banyak wisatawan yang menyeberang untuk mengeksplorasi keindahannya dan bebatuan granitnya yang tersebar di sepanjang pulau.
 
Pulau Lampu (Edo Martyno, 2015)
 
Seperti umumnya karakteristik pantai di Bangka, hamparan pasir putih dan bebatuan granit akan menyambut kedatangan para wisatawan di Pulau lampu. Di Pulau ini juga sudah tersedia fasilitas MCK. Terdapat bangunan tua peninggalan zaman Belanda yang merupakan tempat tinggal penjaga mercusuar dan rumah diesel sebagai pembangkit listrik untuk menerangi rumah dan menyalakan lampu suar tersebut.

Lampu Island (Lampu = Lamp) is on the opposite of Penyusuk Beach, or around 15 minute travel by boat. The boats to cross to the island from Penyusuk Beach are rented and easily found on the beach. Penyusuk Beach itself is in Penyusuk village, in Bukit Ketok, around 25 Km to the north from the center of Belinyu Town. The trip to the beach is around 15 minutes on paved road by car. Unfortunately there is no public transportation to the beach.
 
Lampu Island is a small island next to Putri Island. It is called Lampu Island as in the island there is a lighthouse that navigates the ships pass through the water of Penyusuk at night. The lighthouse is guarded by an officer from Palembang unit of Ministry of Transportation. In this island, there are an old building from Dutch colonial era and an old grave of the first Lighthouse guard.
 
Around Lampu Island, visitors can watch the beauty of coral reefs with colorful rock fish. To see the scenery, visitors can merely swim, snorkel or dive. There is no rental shop for snorkeling and diving in the island so that visitors should bring the equipment themselves before heading to the Island. It costs around IDR 30.000/ person to cross to Lampu Island on fisherman boat. The boats are usually moored on Penyusuk Beach.
 
In Lampu Island, people usually snorkel and dive. Local diving clubs usually go to this island for their activities. Recently, locals also love to explore the beauty of the island and the granites spreading around the island.
 
Like   most beaches in Bangka Island, the beach on Pulau lampu has white sand decorated with granites. Toilet is available in the island. There is an old building from Dutch colonial era that is also functioned as the dwelling of the lighthouse guard. There is also a generator house as the place to keep power generator to light the house and the lighthouse.

Penulis: Risnawati
Editor: RB
Translator: Yuliarsyah/ RB
Photos: Edo Martyno

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka
Beach/Marine, Kabupaten Bangka