Provincial Government

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

 
Bahasa Indonesia/ English
 
 

Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan penyelenggara pemerintahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditetapkan sebagai provinsi ke-31 oleh Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang No. 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebelumnya, Kepulauan Bangka Belitung merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Tiga pemerintah kabupaten/kota yang menjadi cikal bakal provinsi adalah Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung. Selanjutnya, tanggal 21 November 2000 diperingati sebagai hari lahirnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003, Kabupaten-kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dimekarkan sehingga saat ini terdapat 6 kabupaten dan 1 kota di wilayah provinsi ini. Kabupaten Bangka dimekarkan menjadi 4 kabupaten, yaitu: Kabupaten Bangka dengan ibu kota Sungailiat, Kabupaten Bangka Barat dengan ibu kota Muntok, Kabupaten Bangka Tengah dengan ibu kota Koba dan Kabupaten Bangka Selatan dengan ibu kota Toboali. Sementara itu, Kabupaten Belitung dimekarkan menjadi 2 kabupaten yaitu: Kabupaten Belitung dengan ibu kota Tanjung Pandan dan Kabupaten Belitung Timur dengan Ibu Kota Belitung Timur.
 
Luas wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah 81.725,14 Km2 dengan luas daratan adalah  sekitar 16.424,14 Km2 (20,10%) dan luas laut sekitar 65.301 Km2 (79,90%). Secara  astronomis, wilayah ini terletak di 104º50’ sampai 109º30’ Bujur Timur dan 0º50’ sampai 4º10’ Lintang Selatan. Terdapat 2 pulau besar yaitu Bangka dan Belitung serta 948 pulau-pulau kecil. Dari 950 pulau tersebut, baru sekitar 470 buah pulau yang bernama dan hanya 50 pulau yang dihuni. Sementara itu, Pulau Bangka dan Pulau Belitung dipisahkan oleh Selat gaspar. Di bagian utara provinsi ini terdapat Laut Cina Selatan, bagian selatan adalah Laut Jawa dan Pulau Kalimantan di bagian timur yang dipisahkan dari Pulau Belitung oleh Selat Karimata. Secara geografis batas-batas provinsi ini adalah:
  • Disebelah Barat dengan Selat Bangka;
  • Disebelah Timur dengan Selat Karimata;
  • Disebelah Utara dengan Laut Natuna; dan
  • Disebelah Selatan dengan Laut Jawa.

Kepemerintahan

 
Ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah Pangkalpinang. Administrasi kepemerintahan dijalankan Pemerintah Provinsi dari Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kelurahan Air Itam, Kota Pangkalpinang, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
 
Unit-unit kerja dalam Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terbagi dalam 43 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terdiri dari Badan/Inspektorat, Dinas dan Biro.
Sampai saat ini, telah dilantik 4 orang Gubernur yaitu:
  1. Amur Muchasim: (Pj. Gubernur) 09 Februari 2001 – 22 April 2002
  2. Hudarni Rani : 22 April 2002 – 26 April 2007 / Wakil: Suryadi Saman
  3. Eko Maulana Ali : 26 April 2007 – 26 April 2012/ Wakil: Syamsuddin Basari ; 26 April 2012 – 30 Juli 2013 (wafat)/ Wakil: Rustam Effendi
  4. Rustam Effendi : (Plt Gubernur) 12 Agustus – 23 September 2013; 23 September – 7 Mei 2017 / Wakil: Hidayat Arsani
  5. Erzaldi Rosman : 12 Mei 2017 - sekarang / Wakil: Abdul Fatah

Destinasi Wisata

 
Selama berabad-abad, Kepulauan Bangka Belitung lebih dikenal sebagai kawasan penambangan timah putih dan lada putih dengan kualitas terbaik. Citra sebagai kawasan penambangan dan perkebunan lada ini sangat melekat sehingga tidak banyak orang yang tahu bahwa kawasan yang terletak di jalur granit Asia Tenggara ini ternyata memiliki pantai-pantai berkarakter khusus, yaitu berpasir putih dengan granit-granit raksasa. Mata orang mulai tertuju ke Bangka Belitung sebagai destinasi wisata setelah menyaksikan film Laskar Pelangi (2008) yang diangkat dari Tetralogi Laskar pelangi karya Andrea Hirata (2005) yang menampilkan pantai di Bangka Belitung yang elok.
 
Sebelum Laskar Pelangi, Kawasan Bangka Belitung sebenarnya telah dikenal sebagai kawasan yang penduduknya telah berasimilasi dengan baik. Pada tahun 1998 ketika terjadi kerusuhan yang menghantam warga keturunan Tionghoa di Jakarta, banyak dari mereka yang mengamankan diri ke Bangka Belitung karena kawasan ini telah berabad-abad menjadi tempat hidup yang harmonis dari berbagai etnis.
 
Pada tahun 2009, Kepulauan Bangka Belitung ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (sekarang Kementerian Pariwisata) sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM.33/UM.001/MKP/2009 tentang Penetapan Destinasi Pariwisata Unggulan Tahun 2009.
 
Dalam kepariwisataan nasional, kepariwisataan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki posisi yang strategis. Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (Ripparnas) menetapkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) bersama-sama dengan Palembang. Dalam DPN ini terdapat enam Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN), empat diantaranya terdapat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu KPPN Pangkal Pinang–Sungai Liat dsk, KPPN Belinyu dsk, KPPN Tanjung Kelayang Belitung dsk, serta KPPN Punai-Belitung dan sekitarnya. Dari empat KPPN tersebut, Kawasan Tanjung Kelayang Belitung ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

 
 
 
Provincial Government of Bangka Belitung Islands is the government administrator in Bangka Belitung Islands Province. This province to set as the 31st province in Indonesia based on National Act No. 27 Year 2000. Previously, Bangka Belitung Islands was a part of South Sumatra Province. Two regencies and one municipality became the forerunner of the province were Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung and Kota Pangkalpinang. Thus, November 21st 2000 is celebrated as the birth of Bangka Belitung islands Province.
Based on National Act No. 5 Year 2003 dated February 25th 2003, the two regencies in Bangka Belitung were split so that today there are 6 regencies and 1 municipality in this province. Bangka was divided into 4 regencies: Bangka with Sungailiat as the capital, West Bangka with Muntok as the capital, Central Bangka with Koba as the capital and South Bangka with Toboali as the capital. Meanwhile, Belitung was divided into 2 regencies: Belitung with Tanjungpandan as the capital and East Belitung with Manggar as the capital.
The total area of Bangka Belitung is 81,725.14 Km2 in which the land area is around 16,424.14 Km2 (20,10%) and sea area about 65,301 Km2 (79,90%). Astronomically, this province is located in 104º50’ - 109º30’ E and 0º50’ - 4º10’ S. There are 2 big islands in this province, which are Bangka and Belitung, and 948 smaller islands. Among 950 islands, only 470 islands are named and 50 islands are inhabited. Between Bangka and Belitung islands is Gaspar Straits. Below are the geography borders of this province:
Bangka Strait and Sumatra Island in the west;
Karimata Strait in the East;
Natuna Sea and South China Sea in the north; and
Java Sea in the south.
 
The capital city of Bangka Belitung Islands is Pangkalpinang. The government administration runs from the provincial government precinct in Kelurahan Air Itam in Pangkalpinang, which is also directly adjacent to Kecamatan Pangkalanbaru in Central Bangka Regency.
Currently, there are 43 work units (SKPD) within the government of Bangka Belitung Province consisting of agencies, inspectorate, Offices and Bureaus. Until today, 4 governors have been inducted. Below are the governors of Bangka Belitung Islands.
  1. Amur Muchasim: (Acting Governor)  February 9th 2001 – April 22nd 2002
  2. Hudarni Rani : April 22nd 2002 – April 26th 2007 / Deputy: Suryadi Saman
  3. Eko Maulana Ali : April 26th 2007 – 26 April 26 2012/ Deputy: Syamsuddin Basari  and from  April 26th 2012 – July 30th 2013 (deceased)/ Deputy: Rustam Effendi
  4. Rustam Effendi: (Acting Governor) August 12th – September 23rd 2013; and September 23rd – present / Deputy: Hidayat Arsani.
  5. Erzaldi Rosman: May 12th 2017 - present / Deputy: Abdul Fatah
For centuries, Bangka Belitung Islands have been famous for white tin and best quality white pepper. The image as mining region and pepper plantation area is well attached that many people do not know this region is actually lies on South East Asian Granite Belt with the consequences of having distinctive character of the beaches, in which the beaches in Bangka Belitung mostly have white sand and giant granite boulders. People started to look at Bangka Belitung as tourist destinations after watching the movie of Laskar Pelangi ( Rainbow Troops), which is the adaptation of Rainbow Troops Tetralogy written by Andrea Hirata (2005).
 
Before Laskar Pelangi, Bangka Belitung has actually been known as a region where the heterogeneous population has well assimilated. In 1988 Riots that hit the Chinese descents in Jakarta, many of those fled to secure themselves to Bangka Belitung as this region has been the region of people from various ethnicities living  in harmony for centuries.
 
In 2009, Bangka Belitung Islands was established as national leading tourist destination through the decree of Minister of Culture and Tourism No. PM.33/UM.001/MKP/2009 concerning The Designation of National Leading Tourist Destinations Year 2009.
 
The tourism in Bangka Belitung has strategic position in Indonesia tourism. The Government regulation no  50 Year 2011 concerning National Tourism Development Masterplan (Ripparnas), designated Bangka Belitung Islands Province as National Tourist Destination (DPN) together with Palembang.  In this DPN, there are 6 National Tourism Development Zones (KPPN) in which 4 of them are in Bangka Belitung Province, which are KPPN Pangkal Pinang–Sungailiat and surrounding area, KPPN Belinyu and surrounding area, KPPN Tanjung Kelayang Belitung and surrounding area, as well as  KPPN Punai-Belitung and surrounding area. Tanjung Kelayang is also designated as National Strategic Tourism Area (KSPN).
 
(By: RB)

Artikel Lainnya

13 Jul 2017 | Rusni
10 Jan 2017 | Rusni
31 Dec 2016 | Yuyun Tri Widowati
31 Dec 2016 | Yuyun Tri Widowati

BeritaTerbaru

Marcellio Susanto dan Dian Anggraini Duta Wisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2017, Bangka...
Foto bersama usai pembukaan pemilihan Duta Wisata Provinsin Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2017,...