Penganan Pelite

 
Bahasa Indonesia/ English
 
Menginjakkan kaki di kota Muntok yang merupakan kota paling ujung barat pulau Bangka mempunyai arti tersendiri. Kota Muntok yang sudah terdaftar sebagai salah satu Kota Pusaka di Indonesia ini magnetnya begitu kuat. Kota tua ini didirikan oleh Abang Pahang, mertua Sultan Mahmud Badaruddin I (1755-1750) pada tahun 1722 dan menjadi Karesidenan Bangka Belitung, sebelum dipindahkan oleh Residen J. Englenberg ke Pangkalpinang pada tahu 1907. Kota ini didominasi oleh bangunan-bangunan tua nan megah peninggalan kolonial Belanda, rumah-rumah panggung Melayu yang khas dan cantik, bedeng-bedeng dan gedung bernuansa Cina.
       
Tidak hanya dikenal sebagai kota sejarah, Muntok juga dijuluki sebagai kota Seribu Kue. Salah satu kue/penganan yang populer adalah kue yang bertekstur lembut berwarna putih beraroma khas pandan yang rasanya begitu lezat, Penganan Pelite (kue Pelite) namanya.
      
Konon, penganan satu ini menjadi kue favorit Bung Karno saat Sang Proklamator tersebut dibuang oleh Belanda ke kota Muntok – Bangka pada tahun 1949. Kue  bercita rasa manis ini merupakan penganan Bung Karno setiap pagi atau saat minum teh atau kopi di sore hari. Pun ketika beliau mengajak masyarakat Muntok berjalan-jalan ke pantai Tanjung Kalian- Muntok, kue ini wajib dibawa.
 
      
 
Penganan Pelite adalah kue yang dibuat dari tepung beras pilihan, santan, garam, dan gula putih, serta wadah berupa takir dari daun pandan. Cara membuatnya termasuk mudah. Pertama, siapkan air di dalam dandang untuk mengukus kue, letakkan di atas kompor sehingga ketika adonan siap bisa langsung dikukus. Selanjutnya, mengolah bahan-bahan tadi hingga menjadi adonan, yang dilakukan adalah tuangi tepung beras dengan santan kental sedikit demi sedikit ke dalam wadah atau baskom sambil diaduk, tambahkan garam, lalu diaduk lagi hingga adonan tidak berbutir dan tercampur rata. Kemudian siapkan takir daun pandan yang sudah dimasukkan gula pasir lalu tuang adonan ke dalamnya, masukkan ke dalam dandang yang airnya telah mendidih. Kukus kira-kira 20 menit lalu diangkat. Tata di atas piring, Penganan Pelite siap dinikmati.
      
Bila ingin lebih jelas cara dan takaran membuat Penganan Pelite, bisa berselancar di dunia maya. Masih juga kurang puas akan hasilnya, datang sajalah ke Kota Muntok dan langsung menikmati Penganan kesukaan Presiden pertama Republik Indonesia ini.

 
Visiting Muntok, the westernmost outpost city of Bangka Island, is special. The city, which has been registered as one of Indonesian heritage cities, has a strong attractive offer. This old city was established by Abang Pahang, father-in-law of Sultan Mahmud Badaruddin I (1755 – 1750) in 1722 and became the center of Bangka Belitung residency before it was moved to Pangkalpinang by resident J. Englenberg in 1907. Therefore, it has many old and big buildings inherited from Dutch colonial, beautiful vernacular Malay stage houses, and Chinese architectural buildings.
 
In actually, Muntok is not only famous as a historical city; it is also known as a thousand-cake city. One of its popular cakes is a soft delicious white cake with pandan leaf aroma named pelite cake.
 
It was told that the cake is the favourite of Bung Karno, the proclaimer of Indonesian independence, when he was exiled to Muntok in 1949 by the colonial. Bung Karno snacked on this sweet cake in the morning and afternoon tea or coffee time. He also never forgot to take it with him every time he had a picnic on Tanjung Kalian beach.
 
Pelite is made of high quality rice flour, coconut milk, salt, and sugar. First thing first is to boil the water in a vessel. The next step is to make batter by pouring thick coconut milk little by little into rice flour while stirring it in a bowl. Add salt while keep stirring until the batter is smooth. Prepare takir or cake mold made of folded pandan leaf. Put some sugar into takir before pouring the batter. Steam it for about twenty minutes. Finally, serve Pelite on a plate.
 
For detail recipe, please surf on the internet. If your Pelite is unsatisfying, just come to Muntok and simply enjoy the favourite cake of the first president of the Republic of Indonesia.

Penulis: Yuyun Tri Widowati
Translator:  S.A. Sobri
Editor: Yuliarsih (Ind)/ Rosy Handayani (Eng.)
Photo: Rusni, Yuyun

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Heritage, Kabupaten Bangka Barat

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Kabupaten Bangka, Culinary, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Culinary, Kabupaten Bangka Barat
Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Culinary, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Selatan
Bangka Belitung, Culinary, Heritage, Kabupaten Bangka Barat
Culture and Arts, Culinary, Heritage, Kabupaten Bangka Barat