Kue Sengkulun

 
Kata Sengkulun pada dasarnya merujuk pada dua hal, yaitu nama salah satu permainan tradisional dan nama kudapan tradisional pada masyarakat Melayu Bangka. Tulisan ini akan membahas mengenai Sengkulun sebagai kudapan tradisional masyarakat Bangka. Tidak ada arti khusus pada Kue Sengkulun—kudapan ini merupakan makanan rumahan yang biasa dihidangkan sebagai varian lain dari kudapan-kudapan khas masyarakat Bangka yang berbahan dasar kelapa, sagu, dan gula. Akan tetapi sebagai salah satu karya budaya masyarakat Bangka, Kue Sengkulun yang sederhana namun cantik dan manis ini tidak dapat dilupakan begitu saja. Kue ini merupakan buah dari pengetahuan lokal masyarakat dalam mengelola hasil alam.
 
Mencari Kue Sengkulun, terutama di Pangkalpinang saat ini cukup sulit meskipun di pagi hari ada banyak penjual kue yang menjajakan kue-kue tradisional di pinggir-pinggir jalan. Kue ini populer pada masa orang-orang Bangka masih beladang beume. Kue Sengkulun sering kali menjadi sango (bekal) yang dibawa ke kebun, walaupun tak jarang pula kue ini dihidangkan di rumah-rumah sebagai kudapan. Pada saat itu, masyarakat Bangka tidak banyak yang dapat membeli bahan-bahan makanan lain seperti tepung terigu atau mentega. Bahkan beras pada waktu itu merupakan barang langka dan mahal. Oleh karena itu, masyarakat hanya mengolah bahan-bahan yang banyak tersedia di alam. Pada saat ini dengan meningkatnya penghasilan masyarakat, berkurangnya kegiatan beladang berume, dan mudahnya mendapatkan bahan-bahan kue yang lebih variatif, maka keberadaan kue Sengkulun yang sederhana pun mulai jarang ditemui. Meskipun demikian, sesekali kue ini masih muncul di kios-kios kue tradisional.
 
Kue Sengkulun terbuat dari buah kelapa yang belum terlalu tua tapi bukan pula yang muda. Kelapa yang tua akan membuat tekstur kue menjadi kasar dan rasanya kurang manis. Sebelum membuat Kue Sengkulun, kulit ari buah kelapa terlebih dahulu harus dibersihkan sehingga parutan daging kelapanya tidak berwarna hitam melainkan putih bersih. Selain buah kelapa, untuk membuat Kue Sengkulun juga dibutuhkan tepung sagu seperti kebanyakan kue-kue tradisional masyarakat Bangka yang lainnya, sedikit garam untuk menambah rasa gurih, dan juga gula pasir untuk membuat kue putih ini terasa manis dan menjaga warna kue agar tetap putih. Agar terlihat lebih menarik, terkadang masyarakat juga menambahkan pewarna merah untuk membuat lapisan merah muda pada Kue Sengkulun.
 
 
Proses pembuatan Kue Sengkulun pada dasarnya tidak rumit. Kue ini hanya dibuat dengan cara mencampurkan semua bahan-bahannya kedalam loyang lalu mengukusnya dalam dandang pengukus. Bila ditambah dengan pewarna merah, maka untuk membuat lapisan merah mudanya adonan Kue Sengkulun harus dibagi menjadi dua atau tiga bagian dengan satu bagian diberi sedikit pewarna merah sementara bagian yang lainnya tanpa pewarna. Bagian warna putih biasanya dikukus terlebih dahulu, kemudian jika sudah setengah matang masukan adonan yang telah diberi pewarna, kukus sebentar lalu masukkan adonan bagian terakhir. Kue Sengkulun harus didinginkan terlebih dahulu sebelum dipotong-potong sesuai selera. Kue ini enak disantap dengan ditemani kopi panas
Penulis: Hera Riastiana
Editor: Rusni Budiati
Photo: Hera Riastiana

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary