Bimbingan Teknis Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah dan Religi Tendi Nur Alam: “Bikin Story Telling yang Singkat, Namun Dalem.”

            Foto bersama usai kegiatan Bimtek Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah dan Religi, Rabu (17/5), di Hotel Puncak, Pangkalpinang.

 

www.visitbangkabelitung.com – Story telling dapat membuat suatu daya tarik wisata menjadi semakin menarik dan membuat penasaran para wisatawan. Namun, story telling yang terlalu panjang akan membuat jenuh wisatawan. Story telling cukup singkat, namun dalam.

 

Demikian dikatakan Tendi Nur Alam, salah satu anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah dan Religi, Tradisi, Seni, dan Budaya selaku narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah dan Religi, Rabu (17/5), di Hotel Puncak, Pangkalpinang.

 

Menurut Tendi ada banyak hal-hal yang dianggap sepele, namun unik dan menarik bagi wisatawan terutama wisatawan asing. Hal yang biasa dan alami, justru memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga dalam pembuatan suatu paket wisata, kita dituntut jeli mencermati hal-hal tersebut., agar dapat menjadi satu kesatuan dengan daya tarik yang ada.

 

Bersama kedua narasumber lainnya yang juga merupakan anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah dan Religi, Tradisi, Seni, dan Budaya Kemenpar RI yang bertindak sebagai narasumber pada kegiatan ini, yakni Agus Hartono, dan Revalino Tobing. Selain itu, kegiatan bimtek ini juga menghadirkan narasumber lokal, yakni Sansan Arya Lukman (ASITA Babel).

 

Menurut Sansan paket wisata yang tepat itu adalah paket wisata yang sesuai dengan keinginan tamu dan informasi yang dipromosikan mudah dimengerti. “Paket wisata yang tepat menurut saya itu, pertama harus sesuai dengan keinginan wisatawan. Lalu yang kedua, media promosi yang digunakan untuk mempromosikan paket wisata, seperti leaflet, brosur, dan sebagainya, secara garis besar dapat dimengerti dengan mudah sekalipun oleh orang awam. Jadi wisatawannya tahu apa yang akan dia lakukan dalam paket wisata itu,” kata Sansan.

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar) berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) ini merupakan lanjutan dari kegiatan Focus Group Discussion Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah dan Religi yang diselenggarakan sehari sebelumnya, Selasa (16/5), di tempat yang sama.

 

Berbagai hal dalam pembuatan suatu paket perjalanan dibahas bersama dengan seluruh peserta yang didominasi oleh para pelaku pariwisata yang ada di kabupaten/kota Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang pada dasarnya secara teknis memahami persoalan lapangan sebagai realisasi dari paket perjalanan yang dijual. Mulai dari story telling hingga permuseuman dibahas secara interaktif.

 

Zaidi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Tengah mendapat kehormatan untuk menutup acara, didampingi Miftahul Farida, Kepala Bidang Pengembangan Sejarah dan Religi, Kemenpar RI. Zaidi mengatakan pentingnya rasa memiliki pada diri setiap orang atau pelaku pariwisata dalam mengelola kepariwisataan daerahnya sendiri.

 

Penulis                   : Ernawati Arif

Editor                     : Yuliarsih

Updater                  : Rafiq Elzan

Dokumentasi          : Rafiq Elzan

Sumber: 
Disbudpar Prov. Kep. Babel