Batik de Simpor

 
Bahasa Indonesia/ English
 
“Batik de Simpor”. Sebagian orang akan bertanya sejak kapan Belitung punya batik sendiri? Kalau dilihat dari namanya De Simpor, adalah produk luar yang dijual di Belitung. Kedengarannya agak aneh di telinga karena tutur bahasa orang Belitung memiliki ciri khas Melayu yang cukup kental.
 
Batik de Simpor ternyata pertama kali dicetus pada masa kepemimpinan mantan Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaya Purnama. Beliau melihat ada prospek bagus bagi pertumbuhan kerajinan lokal dan dengan semakin banyaknya jumlah wisatawan yang berkunjung ke pulau Belitung. Dengan perhitungan bahwa para wisatawan yang berkunjung tentunya membutuhkan buah tangan sebagai hadiah atau oleh-oleh untuk keluarga, kerabat, dan sahabat mereka. Maka dicarilah produk yang bisa didesain dengan ciri khas Belitung serta harga ramah kantong wisatawan namun tidak terlalu murah sehingga bisa memberikan income yang cukup bagi penduduk lokal.
 
Pilihanpun jatuh pada pembuatan batik lokal yang proses produksinya dianggap tidak terlalu rumit,  dan tidak  memakan waktu lama, juga memiliki nilai jual yang kompetitif. Saat itu yang menjadi sasaran terhadap proses produk lokal ini adalah para ibu rumah tangga, mereka lah sebagai calon - calon pengrajin batik khas Belitung itu. Pemerintah Kabupaten Belitung Timur sendiri selain menyiapkan sarana prasarana produksi, juga memberikan pelatihan dan bimbingan dengan mendatangkan langsung pengrajin batik dari Cirebon dan Yogjakarta.  Tidak hanya mendatangkan pengrajin batik dari pulau Jawa, tetapi Pemerintah Daerah juga mengirimkan pengrajin asli Belitung untuk belajar langsung ke tempatnya.