Lisan VII
- Latar Belakang
Salah satu kekayaan kultural masyarakat Indonesia sebagaimana sering diungkapkan orang adalah apa yang biasa disebut warisan budaya nonragawi atau intangible cultural heritage (ICH). Salah satu perwujudan ICH yang penting untuk diperhatikan adalah tradisi lisan. Sebagai produk kultural, tradisi lisan mengandung berbagai hal yang menyangkut hidup dan kehidupan komunitas pemiliknya, yang disampaikan melalui tuturan dan sebagian lainnya ada yang kemudian diabadikan dalam naskah dan dalam berbagai media lainnya.
Sebagai produk kultural pula, tradisi bukanlah suatu yang statis tanpa perbuahan dan perkembangan. Tradisi selalu mengalami transformasi seiring dengan dinamika sosial masyarakat itu sendiri, baik transofrmasi isi, bentuk maupun keduanya dan berganti dengan tradisi yang baru yang dirasakan oleh masyarakatnya lebih cocok dengan situasi, kondisi dan minat yang berlaku.
- Tujuan
Tujuan kegiatan seminar dan festival ini adalah :
1. Memberi perhatian pada tradisi lisan beserta komunitasnya yang biasanya masuk dalam kelompok minoritas, termarginalkan karena berbagai sebab, baik internal maupun eksternal.
2. Mendeskripsikan berbagai tradisi lisan sebagai salah satu sumber pembentukan identitas dan karakter bangsa.
3. Memperlihatkan berbagai potensi tradisi lisan sebagai salah satu sumber utama penciptaan karya kreatif, seperti tenun ikat, film, sastra dan karya seni lainnya.
4. Memperkenalkan berbagai kesenian tradisi di luar komunitasnya agar terjalin saling menghargai dan memahami di antara komunitas seni dengan komunitas penontonnya.
5. Memperkenalkan kekayaan tradisi maritim nusantara yang begitu luar biasa yang justru jarang diketengahkan sebagai salah satu kekuatan kultural.
- Tema dan Acara
Tema Seminar INternasional Tradisi LIsan VII ini adalah "Potensi Keragaman Tradisi Lisan dalam Menciptakan Kehidupan yang Harmonis" ("Oral Traditions Diversity in Creating Living in Harmony of Humanity").
Topik-topik yang dapat dibahas dari tema tersebut adalah :
1. Potensi Tradisi Lisan Kepulauan Bangka Belitung.
2. Tradisi Lisan Maritim sebagai Kekuatan Kebudayaan Nusantara.
3. Tradisi Lisan sebagai Khasanah Ekonomi Kreatif.
4. Kearifan Likal sebagai Penguatan Karakter Bangsa.
5. Pengelolaan dan Pengembangan Tradisi Lisan.
6. Keragaman Tradisi Lisan dalam Menjaga Keseimbangan alam.
7. Lain-lain sesuai dengan tema utama.
Selain itu akan dipamerkan juga berbagai kekayaan bawah air oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, peluncuran buku, pameran buku, foto, film dan kerajinan rakyat, bazar serta kunjungan wisata. Kesemua kegiatan diadakan bersamaan dengan Peringatan hari Ulang Tahun Kota Pangkalpinang, Bangka.
- Waktu dan Tempat
Keggiatan Seminar dan Festival ini akan dilaksanakan pada tanggal 19 s/d 22 Nopember 2010 di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Seminar akan dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 08.00 - 17.00 dan malamnya mulai pukul 19.00 akan dilanjutkan dengan Festival.
- Penyaji Makalah
Pemakalah undangan terdiri dari para pakar berbagai bidang yang berasal dari dalam dan luar negeri. Selain pemakalah undangan, semua peminat tradisi lisan dapat mengajukan makalah.
- Peserta
Peserta Lisan VII terdiri dari 45 orang pemakalah, dengan perincian : 5 orang pemakalah kunci, 15 orang pemalah undangan, 5 orang panelis khusus, 20 orang pemakalah seleksi dan sekitar 150 orang peserta seminar. Peserta seminar sekaligus dapat menyaksikan dan kunjungan ke beberapa wilayah di sekitar Pangkalpinang.
- Biaya
Peserta seminar di luar pemakalah menanggung sendiri biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi (4 hari 3 malam), sementara transportasi lokal untuk mendukung secara ini disediakan oleh panitia. Untuk kegiatan ini peserta (selain pemakalah) dikenakan biaya kontribusi sebesar Rp 250.000 untuk konsumsi dan perlengkapan seminar. Penginapan di wisma atau di hotel ditanggung sendiri.
- Lain-Lain
Alternatif transportasi :
1. Pesawat udara menunju ke Pangkalpinang dengan menggunakan pesawat Garuda, Lion Air, Batavia Air, Sriwijaya Air, Mandala Air. Lama perjalanan 50 menit dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
2. Kapal Laut yang menunju Pangkalpinang : PELNI atau menggunakan kapal cepat dari Palambang ke Mentok (kurang lebih 3 jam) dilanjutkan jalan darat Mentok-Pangkalpinanng (kurang lebih 2 jam)
- Sekretariat/Panita
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Komplek Perkantoran dan Pemukiman Terpadu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Jl. Pulau Mendanau No. 2 Kelurahan Air Itam Pangkalpinang
Telp. : +62 0717431143
Faks. : +62 0717 431143 / 423115
Kontak lebih lanjut :
Engkus Kuswenda, S.Pd, Telp : 081367511134
- 610 reads
