Disbudpar Se-Babel ikuti Pekan Kebudayaan Nasional

avatar Agus Purnama
Agus Purnama
Kelompok Seni Bangka Belitung Unjuk Kebolehan di Perhelatan Pekan Kebudayaan Nasional di Istora Senayan, Jakarta
Kelompok Seni Bangka Belitung Unjuk Kebolehan di Perhelatan Pekan Kebudayaan Nasional di Istora Senayan, Jakarta

PANGKALPINANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) pada 7 hingga 13 Oktober 2019 berpusta di Istora Senayan, Jakarta.

PKN merupakan implementasi dari salah satu agenda strategi untuk memajukan kebudayaan Bangsa Indonesia, dengan menyediakan ruang bagi seluruh keberagaman ekspresi budaya serta mendorong interaksi budaya dalam rangka memperkuat kebudayaan yang lebih inklusif.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Babel dan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota turut berpartisipasi pada perhelatan Pekan Kebudayaan Nasional yang baru pertama kali dilaksanakan tersebut.

Keikutsertaan Provinsi Kepulauan Babel antara lain, Pertama, Pameran Kebudayaan Khas Babel dengan menampilkan 31 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia asli Babel dan 4 Cagar Budaya, dalam ajang PKN 2019 tersebut.

Kedua, Pertunjukan Seni dengan menampilkan 4 performance,  yakni Tari Pesona Jalur Rempah  dari Sanggar Kembang Rampai dari Kabupaten Belitung Timur,  Tari Tajau dari Sanggar Ketakung Merah Kabupaten Bangka Tengah, Dulmuluk di bunyi Antu dari Sanggar Cikar Sinar Gemala Kota Pangkalpinang, dan Tari Sepetek dari Sanggar Dharma Habangka Kabupaten Bangka Selatan, dengan total peserta 96 orang.

Ketiga, Lomba Permainan Rakyat, yaitu Tim Terompah, Tim Enggrang dan Hadang dari Kabupaten Belitung. Dan juga Tim Lari Balok Kabupaten Bangka dengan total peserta 25 orang. Keempat, Peserta Konferensi Budaya dari Kabupaten/Kota se-Babel dengan total peserta 20 orang.

Pekan Kebudayaan Nasional yang pertama kali digelar, mengusung tema “Ruang Bersama Indonesia Bahagia”. Tema tersebut mengacu pada stanza kedua Lagu Kebangsaan RI Indonesia Raya ”Marilah kita mendoakan Indonesia Bahagia”.

(Penulis : Ali Usman/Agus Purnama, Editor : Ahmad S)