Proyek Sosial Pertama AIESEC di Desa Rebo

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

Pangkalpinang – Jika tahun lalu organisasi kepemudaan terbesar dunia AIESEC telah melaksanakan proyek sosialnya di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, tahun ini untuk pertama kalinya AIESEC akan memilih Desa Rebo, Kabupaten Bangka sebagai salah satu lokasi proyek sosialnya.

Rombongan delegasi AIESEC berangkat dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Air Itam, Pangkalpinang, hari ini Selasa (29/1/2019) pagi.

Perwakilan AIESEC Indonesia, Nurma Nita Aprilia selaku Koordinator Proyek atau Kegiatan menjelaskan melalui visi mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dan berarti bagi pariwisata Bangka Belitung.

“Visi kita, Dengan Menerapkan Kegiatan yang Berempati dan Berkelanjutan, Kami akan Memberdayakan Komunitas Lokal dan Mengembangkan Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata pada Akhir Kegiatan. Kita harap, proyek sosial ini dapat memberikan hasil nyata dan berkelanjutan bagi pariwisata Bangka Belitung, khususnya di Desa Rebo,” jelasnya.

Sama halnya seperti tim proyek sosial AIESEC untuk lokasi Toboali. Tim yang ditempatkan di Desa Rebo ini pun telah mempersiapkan rencana umum. Nurma Nita atau yang biasa dipanggil Nita ini memberikan gambaran umumnya.

“Pembagian divisi atau bidang posisi tim sama seperti yang ada di tim Toboali. Dalam tim kami ada satu Ketua Tim, dua untuk Pengembangan Pariwisata, satu Jurnalis, satu Digital Marketing, tiga orang untuk inovasi produk, satu Videografer, dan satu Desain Grafis,” jelasnya.

Menurut keterangan Nita, timya juga sudah membentuk tim lokal Desa Rebo, dengan pembagian divisi yang sama.

“Kami juga sudah menyiapkan struktur keanggotaan untuk Tim Pemuda Desa Rebo (Local Team Rebo Village) yang totalnya ada dua puluh lima orang,” terangnya.

Secara umum, tujuan proyek sosial AIESEC adalah untuk meningkatkan potensi pariwisata di Bangka Belitung. Dalam hal ini, tim yang ditugaskan di Desa Rebo juga bertujuan untuk memasarkan wisata di Desa rebo dan mengembangkan UMKM di Tanjung Ratu (UMKM kemplang, ikan asin, dan cumi kering), dan membimbing pemuda lokal untuk menjadi penerus kegiatan ini.

 

Penulis                   : Ernawati Arif

Ilustrasi                  : AIESEC Georgia State