Peserta Sertifikasi Guide Simulasi Kunjungan ke Objek Wisat

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

Pangkalpinang – Hari ke-dua kegiatan Sertifikasi Guide diisi dengan praktek. 32 orang peserta yang baru mengikuti sertifikasi melakukan simulasi bagaimana cara membawa wisawatan ke sejumlah objek wisata. Sementara 12 orang peserta lainnya merupakan peserta yang melakukan perpanjangan sertifikat atau yang disebut Recognition of Current Competency(RCC) tidak disyaratkan mengikuti praktek.

Dari hotel Menumbing Heritage, Pangkalpinang tempat diselenggarakannya kegiatan, para peserta menuju ke objek wisata Jembatan Emas, Pangkalpinang dan kemudian Puri Tri Agung, Bangka. Di kedua objek wisata ini, para peserta melakukan simulasi memandu wisatawan memperkenalkan objek wisata dimaksud.

“Pada simulasi ini kita akan melihat bagaimana cara para peserta dalam membawa tamu sekaligus memperkenalkan objek wisata,” kata Linda Suryani, Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegtan (PPTK) Sertifikasi Guide, di objek wisata Jembatan Emas, Rabu (14/3/2018).

Menurut Linda, kesempatan praktek atau simulasi lapangan akan memperlihatkan bahasa tubuh dan perilaku guide terhadap wisatawan.

“Saat membawa tamu, penampilan, bahasa tubuh, dan attitude seorang guide akan sangat berpengaruh dalam menciptakan kenyamanan bagi wisatawan atau tamu yang dibawa. Apalagi kalau guide-nya lucu seperti yang dikatakan pak Indra, bisa jadi hiburan buat wisatawannya,” kata Linda.

Sementara Indra Bhuwana perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jakarta mengatakan bahwa guide harus mampu disiplin waktu terhadap itinerary.

Guide itu harus disiplin waktu sesuai dengan itinerary yang telah disepakati sebelumnya dengan para wisawatan. Bahkan, itinerary hendaknya disepakati bersama terlebih dahulu, di awal penjemputan agar perjalanan menjadi lancar,” kata Indra.

Usai praktek, kegiatan dilanjutkan dengan wawancara mendalam dengan assesor. Terdapat tiga assesor pada Sertifikasi Guide kali ini, antara lain Irwan, Yohan, dan Ari Susanti. Sesi wawancara mendalam merupakan salah satu poin penilaian yang akan menentukan peserta “kompeten” atau “tidak kompeten”.

Indra menambahkan bagi peserta yang mendapatkan hail “tidak kompeten” dapat bertanya kepada assesor.

“Hasil penilaian nanti tidak berupa angka, tapi “kompeten” atau “tidak kompeten”. Kalau nanti hasilnya “tidak kompeten”, bisa ditanyakan kepada assesornya,” tambah Indra. 

Sesi wawancara mendalam dilakukan hingga malam hari. Para peserta akan diwawancara seputar pengalamannya selama menjadi guide. Dalam hal ini, Indra sempat mengatakan bahwa para peserta cukup menjelaskan apa yang memang dikerjakan.

“Kalau wawancara sama assesor nanti, cukup katakan apa yang memang benar-benar dilakukan. Tidak perlu mengada-ada,” tutur Indra.

 

Penulis : Ernawati Arif

Foto     : Rafiq Elzan