Pulau Bangka Tambah Destinasi Bahari Dunia

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

Sungailiat, Bangka – Pantai Parai Tenggiri, Sungailiat, Kabupaten Bangka, memperkaya destinasi bahari di Indonesia. Pasalnya, hari ini Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangka mengadakan konferensi pers terkait event bertaraf internasional yakni Wonderful Sail 2 Indonesia 2016, pada hari Rabu (12/10), di Parai Beach & Resort, Sungailiat, Bangka.

kapal layar yang sedang berlangsung masuk ke wilayah Indonesia sejak tanggal 21 Juli 2016 ini akan diselenggarakan mulai dari tanggal 19 sampai dengan 22 Oktober 2016. Dan Pulau Bangka tepatnya Pantai Parai Tenggiri, Sungailiat, Bangka, merupakan satu diantara delapan belas rute destinasi yang akan dilewati oleh para peserta. Tercatat 30 kapal layar, 110 orang kru  dari 12 negara peserta yakni Itali, Prancis, Australia, Filipina, Nederland, Amerika, Inggris, Jerman, Norwegia, New Zealand, Malta, dan Afrika Selatan.

Konferensi pers ini dipimpin langsung oleh Kadisbudpar Bangka, Teddy Sudarsono, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Babel Yan Megawandi, Sekda Bangka Fery Insani, Koordinator  WS2I 2016 Raymond Lesmana, General Manager Parai Resort & Spa Anton Katim, Disbudpar Babel, Disbudpar Bangka, stakeholders pariwisata, para awak media, serta undangan lainnya.

Fery Insani mengatakan, “Pemda memfasilitasi sudah cukup lama, berkoordinasi dengan teman-teman yang punya hajat ini. Saya merasa bangga karena Parai menjadi salah satu tujuan pada sail ini. Itu berarti kita punya modal destinasi bahari internasional. Selain itu tidak hanya pantai saja yang kita kenalkan pada para wisatawan ini, tetapi wisata lain juga, seperti wisata religi, wisata budaya, dan lainnya.”

Lebih lanjut Fery mengatakan bahwa beliau ingin meneruskan cita-cita Yan Megawandi yang dulu pernah menjabat sebagai Kadisbudpar Babel. Selain itu beliau juga ingin berterima kasih kepada Yuna Ekowati, Sian Sugito, Yohannes, dan rekan-rekan lainnya selaku stakeholder pariwisata yang telah secara lebih intens melakukan berbagai upaya  memajukan pariwisata Babel. Harapannya upaya Bangka untuk membuat KEK tidak menjadi sekedar wacana saja.

Hal senada juga disampaikan oleh Yan Megawandi, “Saya kira kita memang membutuhkan lebih banyak orang “gila” lagi untuk mengembangkan kepariwisataan kita. Karena kalau kita hanya berpikir terlalu normal tidak berlaku untuk percepatan kemajuan pariwisata kita. Belitung saja, untuk mencapai status saat ini harus menempuh usaha yang panjang. Kini kita juga membuat titik labuh di pulau Bangka, dengan harapan akan membantu percepatan pembangunan kepariwisataan di Bangka. Kita sudah tepat menemukan orang-orang seperti pak Raymond Lesmana dan teman-teman lain yang punya atensi besar pada pariwisata khususnya pada wisata bahari,” kata Yan.

Yan menghimbau dan mengajak semua pihak untuk bersinergi, karena kesuksesan kepariwisataan dapat dicapai secara bersama-sama dan tidak dapat dijalankan sendiri-sendiri. “Mengembangkan pariwisata itu adalah mengembangkan sayap. Dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Jadi, mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan itu semua. Saat ini Bangka sedang serius menggalakkan pariwisatanya, salah satunya adalah KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata. Dan sail ini merupakan salah satu upaya kita dalam mendongkrak hal  tersebut serta menginformasikan bahwa Bangka juga punya potensi lebih besar yang lebih “meledak” lagi.”

Sementara itu Raymod Lesmana menjelaskan dasar pemikiran dari kegiatan WS2I 2016 ini, “Negara kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17 .000 pulau dan 270 titik destinasi. Dengan itu semua, harusnya kita ini bisa jadi paradise,  Pulau Bangka punya itu. Bahkan inisiasi yang telah kita lakukan, yang semula 24 kapal lantas bertambah menjadi 100 kapal. Begitu pesat sekali.”

Harapan Raymond bahwa dengan adanya sail ini dapat menjadi pembelajaran dan memberikan dampak ekonomi yang riil bagi masyarakat kita.

 

Dokumentasi          : Rafiq Elzan

Editor                     : Yuliarsih

Sumber: 

Disbudpar Prov.Bangka Belitung